Jumat, 21 Oktober 2011

TIKUS-TIKUS BERDASI


Laut itu negeri pujian, tanah harapan
Konon katanya bagaikan syurga yang mengalir air di dalamnya
Hingga generasi bangsa terlena akannya
Terlelap dalam buaian dunia
Hanyut dalam kesenangan dan gemerlapnya dunia
Hingga mereka tak tahu jika bangsanya
Terpuruk dalam sakit yang berkepanjangan
Bangsa yang tak tahu jalan pulang
Ironis...!!!
Penerus bangsa terlalu lelapa dalam tidurnya
Terlalu banyak mimpi....goblok...!!!
Bangsa kaya...tapi hanya segelintir
Anak bangsa yang menikmatinya

Ibu pertiwi...
Aku salah satu anak bangsa yang tidak dapat mengecap kekayaan bangsaku
Walau aku hanya seorang bocah gelandangan yang tidak punya tempat tinggal...
Tapi aku punya nurani terhadap bangsaku
Tidak seperti mereka ...
Tikus-tikus berdasi yang masih punya muka untuk berebut kekuasaan

Ibu...
Mereka hanya bisa menerangkan negeri kami terkapar
Kami haus di tengah lapangan
Kami lapar di jalanan
Tapi mereka hanya bisa goyang-goyang kaki di kursi kekuasaan
Sehingga berkata tanduk mati gajah dengan gajah

Sadarlah....
Wahai generasi bangsa
Bangun dan sibaklah tirai kepalsuan
Lihat...lihat...
Mereka ingin menjual bangsa
Mana harga diri mereka?
Mereka bangsat...!!!
Tapi mereka hanya bisa berkata
Ini hanyalah...Rekayasa
Ini hanyalah...Rekayasa
Goblok!!! Ha...ha...ini hanyalah rekayasa

Lagi-lagi rakyat jadi penonton
Dan mereka tikus-tikus berdasi memainkan drama untuk mengecoh rakyat
Dan sekarang aku bekerja bukan buat ke pesta
Ini muka penuh luka
Siapa punya?
Ku dengar seru menderu dalam hatiku
Apa hanya angin lalu...
Lagu lain pula mengelepar ditengah malam buta

Tuhan...
Terlalu naif jik aku hanya punya air mata untuk bangsaku
Terlalu hina kalau aku cuma ikut merasa teruka dalam derita bangsa
Namun aku juga malu
Karena aku hanya seorang bocah gelandangan
Aku hanya bisa berdoa
Doa yang terlahir dari kenaifan seorang hamba

Bersinar matahari menembus cakrawala
Wahai bangsa yang terbelunggu
Singkirkanlah sifat membelunggu
Bangunlah jiwamu...
Bangunlah ragamu...
Bangunlah untuk indonesia baru...

11 komentar:

Tirta Darmantio mengatakan...

puisi y bgs bro

IbuDini mengatakan...

Jabatan yang diinginkan hanya utk pribadi masing-masing.
Semoga tdak menjadi tikus beneran ya mb , makasih udah mampir...aku follow juga.

yayack faqih mengatakan...

wah berkobar kobar bgt ya hehe baguslah ekspresi dari seorang anak negri yg terhianati oleh penjajah negri sendiri. kini kita sbg yg masih di anggap muda jangan cuma diam, berdoa buktikan kalo kita masih peduli dgn keutuhan sebuah bangsa yg besar. sekarang kita tdk lagi melawan belanda ataupun jepang tapi kita harus melawan org2 kita sendiri. hebaaaaat presiden kita sekarang, kabinet gembrot segembrot penggagasnya!!!

Fiction's World mengatakan...

mari bawa Indonesia menjadi lebih baik :) karena kalau bukan kita siapa lagi ya :)

BasithKA mengatakan...

Itulah koruptor mempunyai hati yg kotor, Ia merasa tak pernah silap, sungguh manusia tak beradap. Aduh, jadi keterusan puisinya nih hehe :P Jujur, bagus banget puisinya ;)

Ohya, saya barusan follow blog ini. Saling follow yuk ;)
http://sejutaimajinasi.blogspot.com/

Atma muthmainna mengatakan...

wahh,tamparan keras nih puisinya buat para koruptor alias tikus berdasi di luar sana...mantafff
oia,aku follow blognya ya?visit me back...

Munaya El-Wafa mengatakan...

inilah para koruptor hanya mementingkan perut sendiri tidak mementingkan perut rakyat,,,,

terima kasih sdh berkunjung

arr rian mengatakan...

Karena rakyat dulu sangat dibodohi saat dijajah..ya sekarang masih terasa kebodohannya. Koruptor malah terlahir dari kalangan berpendidikan.
Bodoh bukan mereka itu?

Ladida C mengatakan...

mereka hanya... tikus, tapi merepotkan juga yah, hehee :D

outbound training di malang mengatakan...

kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
fikiran yang positif bisa menghasilkan keuntungan yang positif pula.,..
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

jus manggis murah mengatakan...

tikus yang sangat menyebalkan

Posting Komentar